[ Bincang Bahari ] – Era Baru Perikanan Tangkap

[Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Namaku asa Aku sangat mencintai lautan bentang alam yang begitu indah dan kulinernya yang sangat lezat berada di pantai membuatku bahagia Pasir Putih menghampar di bulan ombak benar-benar perpaduan yang menentramkan jiwa di dalamnya juga tak kalah istimewa ribuan jenis ikan Cikarang dan biota lainnya menyatu menyajikan keindahan tapi

Rasa cintaku terhadap laut ternyata sembuh Aku hanya ingin menikmati tanpa punya rasa Peduli ironisnya ketidakpedulian ini bukan hanya tentang aku tapi kita [Musik] [Tertawa] [Musik] ketika lautan murka kita juga yang merasakan akibatnya gimana dengan sampah yang sudah mengendap di dasar laut sampah terutama plastik menjadi ancaman nyata bagi

Kehidupan di dasar laut ada bahaya yang mengancam ketika sampah sudah terurai dan bisa masuk ke dalam pembuluh darah manusia pentingnya laut yang sehat laut yang biru akan menjadikan langit yang biru dan kehidupan umat manusia akan menjadi langgeng itu hal yang paling penting jadi kehancuran daripada laut maka adalah kehancuran daripada umat

Manusia ini yang Penyesalan memang selalu datang terlambat namun tidak ada kata terlambat untuk memulai menjadi lebih baik [Musik] [Musik] sekecil apapun gerakan kita pasti punya makna besar untuk laut dan isinya [Musik] sesuai Namaku ku yakin di depan sana pasti ada harapan untuk lewat sehat Indonesia Sejahtera [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik]

[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] kondisi masyarakat di sini hampir sama dengan kondisi nelayan-nelayan di daerah yang lain kita pasti dengan melakukan cara yang menangkap ikan dengan Potas dengan bom itu sudah biasa [Musik] kita mencari ikan sudah bukan di perairan selat Bali lagi kita sampai

Pergi ke Lombok ke Sumbawa bahkan ada yang menetap di Ternate gerakan itu kita mulai dengan istilah menebus dosa masa lalu [Musik] Kementerian itu ditarget 31 per debitur nah waktu tahun lalu saya sudah mencapai 134 debitur dengan nilai 2,18 miliar waktu itu di Tahun 2022 ini rel saya di tahun 2021 ini

50% lah pak itu sudah bank label sih kemarin saya monev ya Pak melakukan monev itu harus menata kelolaan keuangan dan baik dimana antara kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan untuk produksi usahanya itu harus dibedakan karena apa untuk saat ini kebanyakan sampai itu syarat kreditnya itu konsumtif jadi dia mengajukan pinjaman itu bukan untuk

Kebutuhan usahanya tetapi untuk kebutuhan baik berupa pemilihan motor atau konsumtif lainnya di dalam berbeda inilah salin itu sebagian besar hampir 70 sampai 80% itu pakan ya jadi pakan itu merupakan sumber daya terbesar di mana kita bisa mencari pakan itu kalau ada dari BRI atau dari lain-lainnya itu sangat dibutuhkan daripada peta petani itu

Jadi Kami merasa sangat dibantu lah seperti itu karena apa sebagian besar modal itu daripada dan pakan itu harus beli dan pertamanya kita perlu permodalan itu untuk kelancaran usaha kami [Musik] [Musik] kalau terjadi bencana ia diperkirakan air gelombang tsunami ini pasti terus saja masuk ke pemukiman [Musik] jalur penyusu Dulu waktu kita mencari

Sendiri itu kecuali masyarakat dengan satu butir telur Rp2.000 [Musik] [Musik] [Musik] lintas batas awak Kapal Perikanan asing itu adalah [Musik] penampungan sementara ini sekitar bulan Juli tahun 2020 jika ada suatu warga asing yang mempunyai masalah [Musik] sebagai pelaku illegal fisik [Musik] kecintaan terhadap laut ini memang udah luar biasa pak

Bahkan kalau lagi agak-agak meriang dibawa ke laut sehat pasar itu memang orangnya terasa solidaritasnya tinggi [Musik] bahasa kerennya itu pendekar [Tepuk tangan] uangnya halal Barokah uangnya [Musik] Nah setelah itu yang besarnya yang ukuran 65 itu nggak ada yang beli jadi banyak kegedean bikin Lele aja udah aja lah

Mendingan yang lain gitu oh sebulan saya alhamdulillah ke omset dari Cracker itu udah sekitar hampir 100 lebih Alhamdulillah nominalnya hampir sebulan dari omset ini dari omset cracker [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi sahabat bahari dan salam sejahtera bagi kita semua pertama-tama kami ucapkan selamat datang kepada seluruh narasumber yang telah

Hadir yang terhormat Bapak ukon Ahmad Furqon selaku direktur perizinan dan kenilaian dijen Perikanan tangkap kemudian ada Profesor Insinyur Suradi selaku guru besar Departemen manajemen sumber daya akuatik Universitas Diponegoro kemudian ada Bapak Purnomo selaku pelaku usaha serta asisten khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Doni Ismanto selaku moderator pada acara

Hari ini kemudian juga selamat datang kami ucapkan kepada seluruh rekan-rekan media yang hadir dan para peserta undangan yang mengikuti acara ini melalui virtual pertama-tama Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia dan hidayahnya kita dapat bertemu dan bertatap muka pada hari ini Selasa 4 April 2023 dalam

Acara bincang Bahari edisi ke-4 dengan tema era baru perikanan tangkap perkenalkan saya akan menjadi Host pada pagi hari ini tidak lupa kami ucapkan kepada para peserta undangan dan juga rekan-rekan media yang hadir secara virtual untuk terlebih dahulu dapat melengkapi link daftar hadir yang tertera pada kolom chat baik Sebelum

Kita mulai kita mari kita simak video yang berikut ini [Musik] Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur atau Pit secara resmi mulai berlaku setelah disahkan pada 6 Maret lalu aturan ini untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan sekaligus memberikan kesejahteraan serta keadilan berusaha bagi para pelaku

Usaha dan nelayan kecil Pit merupakan salah satu dari 5 Program ekonomi biru Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kebijakan ini wilayah tangkapan ikan dibagi menjadi 6 zona di 11 wilayah pengelolaan perikanan atau wpp dengan pemberian kuota tangkapan untuk industri non komersial serta nelayan lokal saat ini KKP Tengah menyiapkan peraturan

Turunan dari Peraturan Pemerintah PP nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur salah satunya pengaturan teknis terkait kuota penangkapan ikan dan tata cara penghitungannya dengan adanya kebijakan penangkapan ikan terukur tentu menjadi momen pengelolaan sektor perikanan tangkap menjadi lebih guna menyelaraskan antara ekologi dengan ekonomi serta menjaga keberlanjutan sumber daya [Musik]

Baik langsung saja kita mulai diskusi untuk hari ini Mari kita panggilkan para narasumber untuk hadir di tengah-tengah kami bapak ukon dan bapak Purnomo kami persilahkan dan juga sudah hadir melalui online Profesor Suradi Baiklah saja kita akan memasuki pada inti acara yang akan dipandu langsung oleh Bapak Doni Ismanto kami persilahkan

Terima kasih Mbak Wulan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera untuk kita semuanya Terima kasih kedatangan rekan-rekan media hari ini di bulan puasa Ini masih bersemangat untuk datang ke KKP untuk menghadiri bincang Bahari edisi ke-4 tahun ini temanya tahun ini lumayan bagus yaitu tentang era baru perikanan tangkap seperti kita ketahui

PP nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur atau Pit sudah ditandatangani oleh presiden republik Indonesia Joko Widodo 6 Maret lalu Pit atau pulang kembali di kantor ukur ini sudah dikonsep oleh pak menteri trenggono sejak beliau bergabung di KKP ini tahun 2021 konsepnya selalu berkembang dan akhirnya bisa dirumuskan

Dalam bentuk PP yang kemarin ditandatangani nah Pit ini sebuah hal yang sangat strategis dan bisa dan ingin dijadikan role model oleh Pak trenggono dalam rangka mengelola sumber daya ikan kita secara berkelanjutan Nah untuk mempersingkat waktu saya akan memanggil para narasumber kita yang pertama yaitu direktur perizinan dan penilaian dari

Dirjen perikanan tangkap Bapak ukon Ahmad Furqon lagi berikutnya ada dari perwakilan dari pelaku usaha jauh-jauh dari Pati Terima kasih ini Pak Purnomo Selamat pagi Pak Purnomo Terima kasih sudah bersedia datang ke KKP di zoom ada Bapak Profesor Doktor Insinyur Suradi wsms guru besar Departemen manajemen sumber daya akuatik Universitas Diponegoro Selamat pagi Prof

Selamat pagi assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya mungkin untuk mempersingkat waktu kita mulai saja dulu dari Pak ukon silahkan pakkon Saya ingin bertanya dulu ke Pak ukon ini penangkapan ikan terukur ini kan sudah digaungkan oleh Pak trenggono dalam sejak Kalau nggak salah itu Medio 2021 ya terus bergulir terus

Bergulir bahkan akhirnya ada pula dibentuk tim percepatan implementasi Pit Nah bisa diceritakan nggak Pak dari konsep awal sampai akhirnya jadi PP sampai sekarang ini yang kan banyak ketika kita sesuatu Terus ada yang sudah menanggapi tapi itu sebenarnya belum pasti ada banyak hal-hal yang belum pasti kan Tapi ketika dalam bentuk

PP ini kan sudah pasti nah tapi berkembang lagi isunya dalam bentuk permen nanti bisa berubah lagi dan sebagainya Nah mungkin pak ukon bisa ceritakan konsep Pit yang akhirnya kita pilih itu yang bagaimana silahkan Terima kasih Pak khusus Pak Doni yang hadir secara online rekan-rekan media dan rekan-rekan semua yang hadir

Secara daring maupun luring Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bahagia sekali tentunya kami bisa hadir bersama rekan-rekan semua bersilaturahmi dan kita berdiskusi sekaligus mensosialisasikan tadi apa yang disampaikan oleh Pak moderator sebuah kebijakan yang sangat fundamental ya Dan ini menjadi era baru di dalam tata kelola perikanan nasional terkait dengan kebijakan penangkapan ikan

Terukur yang saat ini pernah Maret kemarin ya payung hukum utamanya dalam bentuk Peraturan Pemerintah ini sudah diterbitkan yaitu PP 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur mohon izin mungkin sebelum ke sana Pak moderator kami menyampaikan sedikit latar belakang sampai dengan kebijakan penangkapan ikan terukur ini didiskusikan bersama oleh para pemangku

Kepentingan dan kemudian menjadi PP lanjut Bapak Ibu sekalian rekan-rekan seperti kita ketahui terkait dengan kebijakan pengelolaan perikanan khususnya perikanan tangkap ini sudah berevolusi sangat panjang jadi bahkan kalau kita lihat buku sejarah tata kelola perikanan ini sudah dimulai bahkan sebelum kemerdekaan pada saat itu juga berbagai praktek pengolahan sudah ada kemudian era terus berkembang

Berevolusi dan secara umum memang pada saat itu belum ada organisasi khusus yang menangani sektor Kelautan dan Perikanan sampai kemudian momentum sejarah kita bersama pada tahun 1999 ya di bawah pemerintahan almarhum Gusdur presiden saat itu berdirilah Departemen eksplorasi laut yang kemudian terus berevolusi menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan kemudian rekan-rekan seiring dengan itu

Kebijakan dan program Kelautan dan Perikanan khususnya perikanan tangkap juga terus berkembang Namun demikian dari sisi tata kelola perikanan terkait dengan perizinan ini secara umum masih menggunakan mekanisme input kontrol ya jadi kapal yang akan menangkap ikan diberikan izin kemudian setelah izin itu diberikan Maka kapal yang sudah berizin ini bisa menangkap ikan

Sebanyak-banyaknya atau tidak dibatasi kemudian tentunya seiring dengan lingkungan strategis yang terus berkembang tantangan dan kita juga mengacu kepada pengalaman di banyak negara sekiranya input kontrol ini belumlah cukup untuk kita bisa menjamin pada saat ini dan ke depan tata kelola perikanan ini menjadi semakin maju dan berkelanjutan kita juga mendapatkan

Arahan pada berbagai kesempatan dari bapak presiden bagaimana agar pengaruh utamaan sektor kemaritiman ini tidak hanya menjadi jargon tetapi harus kita wujudkan ya dalam kerja nyata dan tentu saja manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga tentunya ini pada saat ini menjadi momentum kita bersama untuk kita bisa mengelola perikanan tangkap yang lebih maju dan

Terukur lanjut kemudian praktek selama ini dengan input kontrol ya kita bisa lihat bahwa termasuk di data statistik jumlah kapal ini semakin banyak ya baik itu kapal yang dikeluarkan oleh Kementerian maupun oleh pemerintah daerah ya Dan kita bisa melihat dari pelabuhan berikan dan kemudian penangkapan ikan Bagaimana banyaknya Kapal Perikanan yang apabila kita

Elaborasi lebih lanjut ya semakin banyaknya jumlah kapal ini belum tentu mengindikasikan optimalnya manfaat yang dirasakan oleh para pihak Ya baik itu oleh para pelaku dan nelayan tentunya yang utama bagi masyarakat secara umum bagi negara dan juga bagi keberlanjutan dari sumber daya ikan itu sendiri lanjut kemudian karena tadi ya prinsipnya input

Kontrol bahwa yang dibatasi ini adalah Jumlah kapalnya dan setelah itu kapal bisa menangkap ikan sebanyak-banyaknya sehingga orientasi kita selama ini memang di dalam penangkapan ikan adalah volume produksi sementara mutu ikan hasil tangkapan walaupun tentu saja dari waktu ke waktu semakin menjadi perhatian tetapi kita pandang belum optimal

Kemudian tentu saja ikan atau mutu ikan yang sudah tidak optimal ya pada saat ditangkap di atas kapal maupun pada saat di daratan di pelabuhan perikanan tidak bisa diperbaiki pada tata nilai atau Rantai nilai Selanjutnya ya Sehingga nilai jualnya menjadi tidak optimal lanjut nah kemudian Bapak Ibu sekalian kita juga berkaca kepada teori pengelolaan

Perikanan di banyak negara ya Yang ini juga memang seperti yang tadi kami sampaikan terus berkembang jadi kalau misalnya di Indonesia pada saat pra kemerdekaan pilihan kita memang pada saat itu aspek sosial yang diutamakan Mengapa demikian karena pada saat itu tekanan terhadap sumber daya belum banyak artinya pada saat itu

Kebijakannya adalah Open akses bahwa semua orang boleh menangkap ikan tidak ada mekanisme perizinan kadang pada saat itu kapalnya belum banyak sehingga sumber daya ikan dipercaya bisa terus memperbarui diri ya terus berkelanjutan tanpa ada pengaturan perizinan kemudian seiring dengan tekanan atau jumlah kapal yang terus berkembang ya dan

Teori ini teori umum yang terjadi di banyak negara ya maka Open akses ini menjadi tidak cukup ya Sehingga kebijakannya selain aspek sosial aspek biologinya juga menjadi mulai menjadi perhatian sehingga pilihan kebijakannya adalah input kontrol jadi Tidak semua orang atau tidak semua kapal diperbolehkan menangkap yang diperbolehkan menangkap adalah yang

Memperoleh izin baik itu dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah Namun demikian tadi Seperti yang saya berikan dengan mekanisme input kontrol ini kapal yang sudah diberikan izin ini bisa menangkap ikan sebanyak-banyaknya kemudian terus berkembang dan teori mengatakan bahwa kebijakan cukup untuk menjamin Sisi keberlanjutan sehingga pilihan kebijakannya adalah bio

Ekonomi dimana kuota penangkapan ikan ini mulai diberlakukan ya artinya setiap kapal yang diberikan izin diberikan kuota dengan harapan tentunya adanya kuota ini bisa jauh lebih menjamin Sisi keberlanjutan sumber daya ikan ya jumlah tangkapan yang diperbolehkan bisa betul-betul kita capai dan kemudian aspek terhadap perhatian kita kepada mutu ikan hasil tangkapan yang tentu

Saja berimplikasi terhadap nilai jual ini menjadi semakin baik tentu saja aspek bio ekonomi ini kita laksanakan seiring dengan pengaruh utama aspek sosial lanjut dan ini prakteknya rekan-rekan di banyak negara ya Bahkan di negara-negara yang sudah jauh lebih maju di tahun 1980-an sudah dilaksanakan Bagaimana perikanan berbasis kuota ini terus

Kemudian ini adalah salah satu contohnya di Islandia rekan-rekan semua ya Islandia sudah mulai melakukan reformasi di dalam tatakala perikanan nasionalnya di tahun 1984 dengan pemberlakuan kuota sebelum 1984 kurang lebih posisi Selandia seperti kita saat ini ya jadi masih menggunakan input kontrol jumlah kapal semakin banyak aspek terhadap mutu

Belum menjadi harus utama dan seterusnya kemudian pemerintahnya berani melakukan reformasi untuk kepentingan seluruh stakeholder tentunya di tahun 1984 kemudian di dalam prakteknya di dalam teknis Bagaimana melaksanakan kebijakan penangkapan eee berbasis kuota ini terus berevolusi seiring dengan tantangan yang terus berkembang kemudian teknologi informasi yang juga terus berkembang dan

Seterusnya ya sampai pada saat ini ya 2022 dan kemudian saat ini 2023 mohon perikanan di istilah dia ini menjadi salah satu eee praktek pengelolaan terbaik di ee dunia dan contoh di Selandia ini membuktikan bahwa memang tentu saja di dalam pelaksanaannya ya kita semua terus bersinergi untuk terus memperbaiki

Prakteknya dari waktu ke waktu lanjut kemudian rekan-rekan satu hal lain ya terkait dengan perikanan dan Perikanan tangkap secara lebih khusus kita juga mendapat pembelajaran di masa pandemi 2 tahun terakhir kemarin ya khususnya pada saat pandemi sedang betul-betul menerpa negeri kita bahkan seluruh dunia dan kita menuju terbukti pada saat pandemi

Sektor Kelautan dan Perikanan dan juga pertanian secara umum ini menjadi salah satu sektor yang terbukti mampu bertahan di masa pandemi ya Jadi kalau kita lihat di tahun 2020 ya awal tahun 2020 pada saat pandemi covid mulai melanda Indonesia indikator pembangunan termasuk perikanan sempat menurun tetapi sektor perikanan tangkap

Ini cepat melakukan recovery ya jadi nilai tukar nelayan kemudian produksi dan seterusnya hanya dalam jangka waktu 23 bulan ini kembali melakukan trend positif ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa sektor perikanan tangkap yang tentu saja bagian dari sektor pangan secara keseluruhan memang dalam kondisi minimal artinya tanpa ada intervensi kebijakan apapun Bahkan dia

Bisa bertahan dan tentu saja dengan ada kebijakan yang bagus ya maka kita bisa mencapai titik optimum ya bahwa perikanan tangkap bisa Melompat Lebih Tinggi bahkan menjadi pemenang bahkan menjadi andalan sektor andalan di negeri kita sebagaimana Islandia di mana sebagian besar APBN mereka itu terkontribusi dari sektor perikanan bagaimana agar sektor perikanan tangkap

Ini bisa menunjukkan Titik optimumnya maka tentu saja kita perlu merumuskan kebijakan yang lebih maju berkelanjutan ya yang semakin kondusif rantai bisnis yang semakin efisien dan satu yang sangat penting terkait dengan pengelolaan dari sistem kontrol yang semakin terukur ya Jadi ini bersinergi dengan eee selain yang tadi sudah kami sampaikan sebelumnya lanjut

Kemudian juga terkait dengan perkembangan dunia ya jumlah penduduk yang semakin banyak dan seterusnya ini juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita di sektor perikanan tangkap untuk bisa menjadi sektor pemenang tadi lanjut kemudian dengan berbagai latar belakang tersebut Bapak Ibu sekalian ya Kementerian Perikanan di bawah kepemimpinan Bapak menteri dan tentu

Saja dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan yang di dalam prosesnya kita banyak mendapat masukan termasuk dari para akademisi dan lain-lain sehingga kemudian kita membuat 5 program utama kalau dan Perikanan perikanan untuk ekonomi biru yang salah satunya adalah penangkapan ikan terukur berbasis kota dan zona penangkapan ikan nah pada saat selanjutnya lebih fokus ke penetapan

Ikan terukur ya sebelum ke penangkapan ikan terukur dan seperti tadi sampaikan atau di ajukan oleh moderator sedikit filosofinya terkait dengan bagaimana kita mengelola perikanan tangkap tentu saja rekan-rekan seperti yang kita ketahui bahwa perikanan tangkap ini berbeda karakternya dengan sektor yang lainnya seperti misalnya perikanan budidaya karena tangkap ini adalah

Sumber daya yang diberikan atau dianugerahkan langsung oleh Tuhan dan tentunya sebagaimana amanat dalam undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 bahwa sumber daya ikan yang menjadi bagian dari kekayaan alam yang dimiliki oleh negeri kita ini harus dikuasai oleh negara dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Kemakmuran rakyat di sini Tentu saja tidak hanya masyarakat yang terkait langsung dengan usaha penangkapan ikan tetapi kesejahteraan seluruh masyarakat termasuk di dalamnya masyarakat yang tidak terkait langsung dengan kegiatan penangkapan ikan ya karena tadi ya sumber daya ikan yang dianugerahkan Tuhan ini dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran seluruh masyarakat lanjut kemudian

Dengan landasan filosofis tadi maka kita melaksanakan kebijakan penangkapan ikan terukur ya bahwa negara mengelola sumber daya perikanan ini ya kemudian apa sebetulnya yang ingin kita wujudkan melalui penangkapan ikan terukur ya dan berlandaskan pengalaman kondisi saat ini dan sebelumnya dan kemudian teori dan praktek di banyak negara maka apa yang

Ingin kita wujudkan adalah titik manfaat yang optimum dan berkelanjutan baik itu bagi sumber daya ikan dan lingkungannya itu sendiri tentu ini menjadi hal yang sangat utama karena sumber daya ikan ini tentu tidaklah tak terbatas kalau kita mengelolanya dengan tidak bijaksana Oleh karena itu maka aspek keberlanjutan dari

Sumber daya ini menjadi hal yang sangat fundamental atau istilah Bapak menteri dalam banyak kesempatan menyatakan bahwa eh keberlanjutan ini menjadi Panglima bagi kita semua di dalam mengelola Kelautan dan Perikanan ini kemudian yang berikutnya manfaat yang optimal tentu saja bagi pelaku usaha dan masyarakat secara umum sehingga mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya dan

Kemudian juga tentunya bagi penerimaan negara di mana penerimaan negara ini tentunya akan bisa lebih menjamin aspek keadilan dan pemerataan pembangunan karena uang yang masuk dari sektor perikanan tangkap ini dikelola oleh negara dan kemudian nanti digunakan untuk pembangunan tentu saja pembangunan yang terkait dengan perikanan termasuk di dalamnya nelayan skala kecil dan juga

Sektor-sektor yang lainnya lanjut nah kemudian tiba kemudian saat ini ya 6 Maret kita sudah berhasil menelurkan atau mengundangkan PP 11 tahun 2023 tentang kebijakan penangkapan dan terukur tadi Seperti yang disampaikan oleh Pak moderator bahwa prosesnya sudah sangat panjang rekan-rekan dari akhir 2011 bahkan kemudian semakin dibahas intensif di

Tahun 2022 ya dan kemudian izin prakarsa kepada bapak presiden di pertengahan tepatnya pada tanggal 14 Juni Tahun 2022 di dalam prosesnya tentu saja banyak dinamika banyak masukan Ya baik itu yang dimaksud yang disampaikan atau diperoleh dari Kementerian lembaga terkait bahkan kita juga melaksanakan dua kali diskusi fgd dengan bapak ibu di

Komisi 4 DPR RI yang menangani sektor Kelautan dan Perikanan dan kemudian tentu saja kita juga melaksanakan berbagai pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan baik itu secara luring maupun daring ya dalam bentuk konsultasi publik fgd diskusi dan lain-lain ya Jadi ini prosesnya sudah sangat-sangat panjang dan mungkin bahasa bercandanya dengan rekan-rekan yang

Mengawal langsung ini sudah edit ke sekian puluh kali gitu ya jadi edit 35 jam 23.00 malam edit lagi dan seterusnya lah gitu karena semakin karena sangat panjangnya proses pembahasan Kenapa panjang Karena tentu kita ingin memastikan bahwa PP 11 2023 ini betul-betul bisa mencapai titik optimum tadi bagi para pihak lanjut

Kemudian apa sebetulnya yang diatur ya variabel utama di dalam PP 11 tahun 2023 pertama adalah kuota ya untuk menjamin agar pemanfaatan sumber daya ikan ini sesuai dengan daya dukungnya kuota ini sebetulnya juga menjadi amanat dari undang-undang perikanan kemudian PP 27 tahun 2001 bahwa pemerintah harus menetapkan jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan ya

Tentunya setelah kita menetapkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan maka realisasi dari proses penangkapan ikan itu harus sesuai dengan jtb itu tadi sehingga dengan penetapan kuota kita Yakin ya bahwa jtb ini bisa jauh lebih bisa kita penuhi kemudian variabel yang kedua adalah zona ya kenapa ini zona karena kita juga berkaca dari praktek pengolahan

Perikanan di negeri kita ya dan di negara-negara lain bahwa selama ini kita melihat bahwa manfaat dari eksploitasi sumber daya ikan ini Belumlah merata di semua wilayah jadi semua wpp di semua zona sesuai dengan kepemilikan sumber dayanya jadi sumber dayanya begitu tersebar namun mungkin manfaat ekonominya masih tumbuh di lokasi-lokasi

Tertentu saja jadi dengan adanya zona kita harapkan ya adanya distribusi pembangunan yang merata di setiap zona dan yang paling penting ya tidak hanya ikan itu ditangkap kemudian di daratannya masing-masing zona tapi yang utama adalah bisa memberikan multiplayer efek yang optimal bagi perekonomian dan masyarakat lokal di masing-masing zona tersebut kemudian variabel yang lainnya

Adalah pengawasan ya tentunya terintegrasi secara hulu Hilir dan juga bisa mengawasi seluruh Kapal Perikanan baik Kapal Perikanan yang izinnya dikeluarkan oleh Kementerian maupun yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kemudian jumlah kapal juga kita mengharapkan adanya titik optimum jumlah kapal dan semuanya patuh terhadap semua ketentuan yang berlaku kemudian penarikan pnbp tadi ya

Kita lakukan salah satunya tentunya untuk menja agar pemerataan dan keadilan atas sumber daya yang dieksploitasi masuk ke penerimaan negara kemudian digunakan kembali oleh negara oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan tidak hanya di sektor perikanan tentu saja menjadi utama tapi juga pembangunan seluruhnya kemudian tentunya karena penangkapan ikan terukur ini adalah reformasi tata

Kelola perikanan yang fundamental dan menyeluruh maka di dalam pelaksanaannya tentu kita membutuhkan Sinergi baik itu Sinergi hulu Hilir kemudian Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dan juga Sinergi antar sektor yang terkait lanjut kemudian ini adalah berapa prinsip utamanya ya tadi ekologi menjadi Panglima dengan penetapan berbasis kuota kemudian dengan penetapan durasi kuota otomatis

Nanti terkait dengan pendataan dan lain-lain juga menjadi semakin baik ya kemudian adanya perlindungan maksimal terhadap nelayan kecil ya Di mana nelayan kecil Ini mendapat berbagai keistimewaan di dalam tata kelola perikanan kita kemudian pengembangan ekonomi lokal ya Bahkan kita wajibkan nah pada perwira BK ini wajib WNI dan abknya diutamakan dari masyarakat

Setempat sesuai dengan domisilinya kemudian kita berupaya Untuk memanfaatkan data saintifik terbaik yang ada saat ini sambil terus kita perbaiki dari waktu ke waktu dan melibatkan para ahli jadi di dalam prosesnya rekan-rekan sekalian ya sampai keluar PP sebelah juga kita berdiskusi terus dengan para ahli kita ya kemudian dukungan reformasi Hilir ya

Kita menggunakan aplikasi fpit penangkapan ikan terukur elektronik yang mulai satu Januari 2023 sudah kita lakukan khususnya untuk pelaksanaan PB pasta produksi dan pada saat waktunya semua ketentuan terkait dengan pit ini dilakukan maka ini juga menjadi sistem informasi yang mengelola atau menjadi platform di dalam pelaksanaan kebijakan penangkapan ikan

Terukur ini kemudian juga kita memiliki command center dan juga satu yang penting ya kewajiban spkp sistem pemantauan Kapal Perikanan dengan berlakunya undang-undang PP 11 2023 ini tidak hanya diwajibkan bagi kapal yang izinnya dikeluarkan oleh Kementerian tetapi juga diwajibkan kepada kapal yang izinnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah ya dengan masa

Peralihan 1 tahun jadi 1 tahun ke depan setelah Pit ini penuh diberlakukan maka seluruh kapal izin daerah pun wajib menggunakan dan mengaktifkan spkp sehingga tentunya proses pemantauan terkait dengan daerah penangkapan ikan dan lain-lain ini bisa jauh lebih holistik kemudian terkait dengan pembagian kota tentunya pelaku usaha sistem nelayan kecil nelayan lokal ini

Menjadi prioritas ya di dalam pemberian kuota dan di dalam PP 11 2023 juga kita mengakomodasi untuk kegiatan penangkapan ikan lainnya termasuk untuk pendidikan pelatihan dan lain-lain lanjut kemudian muatan dari PP 11 2023 ini totalnya ada 9 bab 28 pasal ya jadi PP yang tidak terlalu banyak sehingga rekan-rekan bisa mempelajari cepat ya

Isinya apa dari mulai ketentuan umum terkait dengan definisi ya kemudian aturan terkait zona Pit kuota penangkapan ikan Pelabuhan pangkalan awak Kapal Perikanan pengangkutan ikan hasil tangkapan sanksi administratif ketentuan peralihan sampai ketentuan penutup yang apabila kita tarik garis merahnya rekan-rekan semua ini betul-betul aturan yang kita ingin memastikan bahwa pengelolaan perikanan tangkap nasional

Ini betul-betul bisa memberikan manfaat yang optimal bagi kita semua ya sehingga karena Kapan ikan semakin maju dan berkelanjutan kemudian para pihak baik itu steventer yang terkait langsung dengan penangkapan ikan pelaku usaha dan nelayan ini semakin Sejahtera sumberdaya ikan semakin berkelanjutan dan penerimaan negara juga menjadi Optima lanjut kemudian dengan terbitnya PP 11 2023

Rekan-rekan di situ ada amanat ya untuk pengaturan teknisnya diatur lebih lanjut di dalam permen Cafe ya dan kepment Cafe ya utama nanti terkait dengan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur ini yang saat ini kami sedang bekerja secara maraton ya melibatkan banyak pihak termasuk para ahli dan

Seterusnya untuk bisa dengan cepat rancangannya bisa segera kita konsultasi publikkan ya jadi tentu sebelum nanti kita ajukan ke kumham dan lain-lain pada saat rancangannya sudah kami selesaikan di level Kementerian kita akan melaksanakan konsultasi publik kepada stakeholders ya termasuk tentu saja rekan-rekan media untuk mendapatkan masukan atas rancangan yang kita buat kemudian setelah

Konsultasi publik nanti akan berproses terus sampai kemudian permen Cafe ini ditetapkan lanjut kemudian selain dalam bentuk permen ada dua amanah dalam PP 11 tahun 2023 dalam bentuk kepment atau keputusan Menteri ya terkait dengan kuota penangkapan ikan dan tata cara penghitungan kuota penangkapan ikan lanjut ya Di mana kepment itu tadi juga tentu

Saja ya setelah kami selesaikan rancangannya juga akan dilakukan konsultasi publik kemudian sebagai bagian dari pengaruh utama anak aspek sosial rekan-rekan selain penerapan ikan terukur ini tadi di dalam teorinya adalah pendekatan bioekonomi ya Tapi kita tetap melaksanakan cara paralel dengan pengaruh Taman aspek sosial dimana program dan kegiatan yang langsung dibayahi oleh APBN Kementerian

Kita laksanakan dan saat ini kita sinergikan secara keuangannya dalam bentuk pengembangan kampung nelayan maju lanjut sehingga antara ruang laut dan ruang darat Ya seperti pada slide selanjutnya ini ada keterkaitan dan apa yang ingin kita capai dari pengembangan Kampung lain maju kita mengacu kepada indeks pembangunan manusia ya bahwa ada tiga dimensi utama

Di dalam pencapaian IPM ya pertama terkait dengan kesehatan kedua pendidikan kemudian sadar hidup layak ya karena dimensi dari IPM ini sangat menyeluruh maka di dalam pelaksanaannya dari pelaksanaan kampung nelayan maju kita juga didukung penuh oleh Kementerian lembaga terkait dan juga Kementerian koordinator terkait sehingga tiga aspek utama ini

Bisa betul-betul kita raih ya Sehingga di dalam programnya selain melalui APBN KKP dan djpt pada khususnya juga kita mendapat dukungan dari APBN Kementerian lembaga terkait bahkan pembiayaan lain seperti CSR dan lain-lain dan juga bantuan dari APBD pemerintah daerah demikian mungkin yang dapat kami sampaikan Pak moderator mohon maaf kalau

Agak panjang ya terima kasih Pak ukon sudah komprehensif sekali jadi udah bercerita dari sejarahnya di belahan dunia hampir semua negara yang negara kategori peradaban maju sudah menerapkan pendekatan bioekonomi ini dalam pengelolaan sumber daya ikannya ada tadi negara yang bisa menjadi patron tadi kata Islandia yang menjadi penopang pdb-nya mereka

Tadi Pak ukur juga sudah singgung dari PP itu turun nanti ada 8 permen atau satu permen aja Pak nanti dari utama 1% tapi sudah mengatur delapan item itu ya dan 2 kepment nanti untuk kuotanya eee dan tata cara penangkapan ikan Mungkin ada yang belum clear Pak itu kuota ikannya itu

Kita hitungnya ton nya aja atau jenis sesuai jenis ikannya atau gimana nanti Terima kasih Pak moderator nanti terkait dengan teknis kuotanya nanti akan diatur di dalam permen Tapi sementara ini tentu kita ingin agar tata kelola kuota ini betul-betul komprehensif dan sesuai dengan apa namanya latar dari ilmu perikanan itu sendiri jadi tetap

Perkelompok jenis ikan ini menjadi salah satu pertimbangan kita dalam penentuan kota Jadi kalau per jenis ikan belum ya karena estimasi potensi pun masih berkelompok jenis ikan jadi per kelompok jenis ikan ini masih menjadi tetap menjadi pertimbangan kita di dalam penentuan kota lebih ke kelompok jenis ikannya bukan ini jenis ikannya ya udah

Terima kasih Pak ukon Nanti kita diskusi kita lanjutkan Berikutnya saya ke pelaku usaha di sini pak Purnomo dari Pati juga pemilik kapal Pak purno Saya mau tahu dari tadi panjang itu Pak sepanjang itu bapak memahami nggak pak maksudnya maksud sebaiknya Pak ukon Ini Pak kan kadang-kadang gini Pak ada orang

Maksudnya baik tapi diterima orang nggak baik Ada orang niatnya baik tapi orang berpandangan ini caranya Salah nih gitu nggak sesuai ini sama yang kita sudah jalankan nah Saya pengen tahu nih dari pelaku usaha ini bagaimana Pak yang bukan Tengah dirancang lagi ya akan dieksekusi oleh pemerintah silahkan terima kasih Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seperti yang telah disampaikan oleh Pak direktur perizinan tadi bahwa akan ada perubahan tata kelola perikanan tangkap yang menjadi berbasis kuota dan zona Pak ya dan Kami harapkan adanya perubahan ini tidak mengganggu [Musik] kapal-kapal yang sudah jalan kapal-kapal yang eksisting dalam hal perizinan tentunya Pak ini yang kami harapkan jadi

Baik itu perizinan kapal eksisting maupun kapal baru yang sudah memiliki persetujuan pengadaan kapal dan sudah mempunyai alokasi tentunya supaya itu tidak terhambat sebelum semua ini berjalan atau semua ini ditetapkan dalam bentuk permen maupun kepmen hal ini Pak guna menjaga kesinambungan usaha kami pak supaya Kami tetap bisa bekerja tentunya seperti itu

Lalu dalam penyusunan regulasi ini kami mohon agar kapal eksisting ini diperhatikan Pak Jadi bagaimana kapal ini ini nanti mendapatkan kuota penangkapan mengingat kapal-kapal Kami ini sudah beroperasi luas dari [Musik] Laut Jawa sampai di Samudra bahkan di laut lepas nah ini nanti aturannya Bagaimana tata cara pengambilan kuotanya

Bagaimana lalu yang di laut lepas pun bagaimana Kalau tidak salah dari tujuan pak menteri itu yang saya tangkap itu ada dua ada zona dan kuota Kalau kuota ini tadi disampaikan Pak ukon bawa ini tujuannya untuk keberlanjutan kami juga senang kalau sumber daya ikan ini tetap Lestari Jadi kami juga

Berusaha di penangkapan ikan ini tetap bisa eksis tetap bisa jalan lalu yang zona ini sepertinya ini kalau saya tangkap ini seperti memindahkan kami yang dulu berhompis di rata-rata kebanyakan itu kapal di Jawa ya di Pantura Jawa menjadi berhompis di daerah penangkapan ikannya nah ini kami Nantinya juga ada beberapa yang harus Kami ikuti

Mungkin ada beberapa kendala mohon nanti ada banyak pertimbangan ini menurut catatan kami Pak Untuk memindahkan zona ini ada dua hal Iya eh sorry memindahkan homes kapal ini ada dua hal yang pertama mengenai Pelabuhan pangkalan itu sendiri agar dalam penetapan Pelabuhan pangkalan ini mempertimbangkan infrastruktur yang ada pak di pelabuhan pangkalan nanti mungkin [Musik]

Seperti [Musik] sarana prasarana tempat perbaikan kapal [Musik] lalu ketersediaan logistik mungkin BBM yang cukup dengan harga yang baik tentunya Dan satu hal yang paling penting adalah ada pembeli ikannya di sana Jadi kalau satu yang terakhir ini sudah tersedia Saya kira akan sangat mudah untuk memindahkan kapal-kapal kita itu ke satu pelabuhan pangkalan yang

Ditunjuk oleh pemerintah Saya kira satu pokok permasalahan harga ikan karena kami intinya adalah menangkap ikan sementara fokus kami itu di penangkapan Jadi kalau ada harga ikan yang baik di satu pelabuhan tentunya kami akan masuk di pelabuhan tersebut lalu yang kedua karena nanti itu berbasis kuota Jadi kami kan ditarget Pak ini nah ini

Di dalam PP 11 2023 ini kapal pengangkut ikan untuk wppnri ini kan hanya diperuntukkan bagi kapal pancing ulur dan Rawa itu Nah kalau udah salah Pak ini bagaimana dengan alat-alat yang lain ini pak jadi karena kami nanti di target oleh kuota kami juga membutuhkan kapal pengangkut itu untuk bpnri ini kami mohon solusinya

Ini Pak karena Bebeknya sudah terbit Jadi mohon solusi supaya Kalau kami di target kuota agar kami juga bisa mencapai kuota itu tentunya kapal pengangkut WPS ini untuk mengoptimalkan penangkapan ikan Pak khususnya misalkan ini untuk dari kelompok kami yang dominan itu kan ikan nangkap ikan pelagis jenis ikan pelagis jenis ikan pelagis ini

Momen tangkapnya itu tergantung oleh kondisi cuaca dan kondisi perairan jadi dalam satu bulan tidak selamanya tidak setiap hari ya bisa menangkap ikan kapal itu jadi hanya pada saat momen-momen tertentu saja kapal itu bisa menangkap ikan nah ini kenapa kami membutuhkan itu kapal pengangkut supaya momen menangkap ikan ini tidak terlewat

Jadi pada saat momen penangkap ikan kita tidak kembali ke Pangkalan untuk mendaratkan ikan harapan saya dengan adanya regulasi baru ini Tentunya menjadi lebih memudahkan perizinan berusaha di bidang perikanan tangkap khususnya untuk kapal-kapal yang sudah A6 agar lebih produktif dan memberi kontribusi terhadap negara Tentunya saya kira itu Pak hormon Mohon

Maaf ini ada satu hal ini yang sebenarnya di luar konteks di luar konteks perikanan terukur Pak Ini Pak mohon izin [Musik] ada kendala sebenarnya kendala klasik ini di laut soal pemeriksaan Kapal di laut ini mohon nanti ada kolaborasi dengan psdkp mungkin dibuatkan aturan atau gimana supaya pemeriksaan kapal-kapal di laut itu

Apa ya terstandarisasi atau gimana ya misalkan ada hal-hal yang tidak krusial itu supaya tidak dilakukan ad hoc misalkan ini contoh terakhir ini saja ada salah satu kapal itu yang salah satu anak buah kapalnya buku pelautnya ini kadaluarsa kapal itu di ad hoc ini kan Dilema bagi kita mungkin bisa mencontoh seperti di darat

Toh di darat itu kan kalau pelanggarannya tidak krusial misalnya ditilang ya proses hukumnya nanti di kemudian hari bisa dilakukan atau yang terbaru sekarang kan sudah ada sanksi administrasi atau denda barangkali itu di apa kapalnya dibolehkan melaut kembali tentunya dengan memenuhi kewajiban sanksi administratif yang yang menurut kesalahannya Saya kira itu

Pak yang bisa saya sampaikan mohon maaf Budi ada kekurangan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya terima kasih Pak Purnomo langsung ke prakteknya ini menarik sekali dari yang diungkap oleh Pak Purnomo kondisi di lapangan kekhawatiran dari pelaku usaha ini terutama masalah kapal-kapal yang sudah eksisting ya Pak ya terus beliau bicara tentang

Zona ini yang intinya dipersepsi pelaku usaha dalam memindahkan home base dan nanti kalau di tempat baru itu apa bisa sudah tercreate ekonomi activity mungkin itu ya Pak ya Maksudnya sudah ada aktivitas ekonomi jangan Orang disuruh pindah tapi nggak ada ininya terus yang penting juga masalah kapal pengangkut ini Pak dan mungkin yang

Sistem pengawasan ini juga sebenarnya di Pit ini sudah sistem pengawasan lebih canggih atau mungkin bisa dijawab sama Pawon tapi biar diskusi ini mengalir dulu tapi ngomong-ngomong Pak Purnama punya berapa kapal nih pak saya di Juwana itu Pak sebagian besar teman-teman itu kita kepemilikannya patungan Pak Alhamdulillah yang sudah jalan

Ada Alat tangkap pspk ada 4 yang SCTV Mas ada tiga lalu ini yang sudah baru sudah jadi insya Allah mudah-mudahan bisa jalan musim ikan depan itu ada satu itu 30gt ke atas Bapak ini tergabung dalam bentuk koperasi atau gimana atau Kami di sana ada saya sendiri terbagus tergabung dalam paguyuban Pak namanya

Paguyuban Sejahtera paguyuban kami pun sudah membentuk koperasi tinggal nanti regulasi ke depannya Bagaimana ini Jadi ini mohon izin ya ini banyak ke Pak ukon ini tata cara pengambilan kuota atau pemberian kuota kepada kapal eksisting nanti bagaimana di masing-masing zona bagaimana Karena anggota saya anggota paguyuban saya itu itu ada yang

Menangkapnya di wppnri ada yang [Musik] di Zee ada yang di laut terlepas Jadi kami itu di Juana sudah sampai Alhamdulillah sudah seluruh Indonesia Sudah Sudah ada sampai mulai 572 itu di baratnya Sumatera di laut lepas dan yang di Timur itu di 717 di Biak sudah ada di sana anggota kita kan kalau

Kita dorong kalau yang perorangan jadi koperasi ya Pak ya tapi nanti Terima kasih Pak Purnomo tadi sudah banyak hal yang bisa kita bahas nanti mungkin untuk berikutnya kita ke Prof Suradi di zoom selamat siang siapa [Musik] kalau ada presentasi kita dengarkan dulu bersama tadi sudah mendengar dua narasumber ini silahkan waktunya

Baiklah terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati pak direktur Pak bukan dan moderator serta Mas Purnomo dan sekaligus juga mohon maaf karena saya tidak bisa bergabung di Jakarta di kebetulan hari ini rangkaian acaranya bertindih-tindih disamping Kemarin saya ada sedikit gangguan kesehatan baik mungkin saya lebih anu aja meskipun Tadi saya sudah

Buat presentasi Tapi tolong dijalankan cepat saja ya mbak perikanan terukur pada prinsipnya kan sebagai implementasi dari pengelolaan perikanan jadi operasional penangkapan yang merupakan bagian terpenting dari manajemen ini hal-hal yang menjadi pertimbangan tadi sudah disampaikan dengan sangat baik oleh Pak ukon kalau saya langsung saja meloncat bahwa tujuan daripada

Pengelolaan perikanan yang dalam hal ini diimplementasi dengan penangkapan ikan terukur itu adalah sebenarnya yang harus ditangkap oleh Pak Purnomo dan kawan-kawan semangatnya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan dan sepenuhnya KKP dalam pemerintah kan itu pertimbangannya nah yang itu hanya mungkin bisa terjadi jika keberlanjutan sumber daya ikan dan tentu

Saja habitat dan lingkungannya itu berkelanjutan karena begitu sd-nya dalam stoknya tidak tersedia karena tidak bisa berlanjut proses rekruitment dan lain-lain maka ya pendapatan dan kesejahteraan nelayan otomatis juga akan menurun ini saya kira yang tadi Kelihatannya pak Purnomo dengan sudah ketemu lah ya jadi harapannya cuman ada pertanyaan-pertanyaan tadi memang yang

Mungkin juga kami coba singgung sebentar sedikit lanjut ya ini saya kira kebijakan terus kebijakan yang tadi sudah dijelaskan dengan sangat baik silahkan teruskan ya terus Ini juga masih kebijakan ini juga Tadi sudah dijelaskan dengan baik ya terus nah ini prinsip kuota sebenarnya kan Jadi kita ini punya ctb jumlah

Ikan yang boleh diambil dalam ukuran volume bukan dalam pengertian jumlah tapi volume dan biasanya kalau teman-teman yang aktif sebagai berbasis ilmu ekonomi maka sarannya jtp itu di belakang Mey artinya Mey dulu digunakan produksi yang terbaik untuk menghasilkan keuntungan yang tertinggi dan berkelanjutan meskipun dalam kalau dalam itung-itungan seringkali itu berhimpitan

Atau berdekatan antara maksimum dengan jtw Oke tadi Sisi volume ini baru ya jadi dari sisi volume kita mestinya mencapai jtb terus ctb itu adalah bagian dari atau torsi dari MS way maksimum subscriber volume Sebenarnya ya volume daripada msw volume daripada ctb karena itu sangat bergantung pada validitas data itu kan

Kita selalu di situ sehingga banyak pihak sebaiknya jangan hanya mengacu kepada angka msw keadaan atau jtb ini karena memang apa namanya persoalan di data tetapi memang ketika kita mau melangkah mau tidak mau karena hari ini yang ada adalah itu dan sudah di sepakati dan diresmikan oleh pemerintah maka yang mau tidak mau kita

Mesti mengacu ke situ meskipun harus dilengkapi dengan informasi ilmiah yang lain dan oleh karenanya Saya kira apa pendant Bapak Ibu sekalian informasi atau data tentang volume produksi ikan per kelompok kalau per spesies Saya kira sangat sulit di Indonesia karena multi spesies dan multidies jadi paling tidak pendekatannya berkelompok dan trip yang

Menangkap kelompok spesies itu kalau dua ini cukup baik datanya Maka sangat membantu untuk apa namanya proses pengelolaan baik dari sisi perencanaan maupun evaluasinya karena indikator cpws sekaligus juga merupakan indikator ketersediaan stok dalam nah pertanyaan besarnya tadi kan yang kita pikirkan bersama Apakah berbasis kuota tadi yang sudah banyak didiskusikan yang juga termasuk

Dipertanyakan oleh Mas Purnomo Apakah kalau kita berbasis kuota saja Persona Dapatkah produksi ikan itu ditingkatkan dengan harapan pnbp-nya bisa naik dan itu soal utamanya pertanyaan terpenting dari kita setiap ngobrol Pit maka secara garis besar sebenarnya bisa tetapi di sini peran daripada Pak ukon dan sebagai Direktur perizinan jadi

Sangat penting dan juga tentu saja adalah kesediaan Pak Purnomo dan kawan-kawan untuk membantu dengan mengobrol Bagaimana baiknya tadi termasuk pertanyaan bagaimana saya dapat kuota ini kalau kita ingin meningkatkan yang total produksi memang harus Bergek apa namanya kita geser-geser yang sudah pada merah di setiap wpp itu berada ada di zona apa

3 di apa namanya di zona 3 ini artinya tripnya sudah berlebih dari yang seharusnya dibatasi dan izin disitu perannya adalah sebenarnya membatasi jumlah daripada apa input dari jenis alat maupun jumlahnya diatur di sini untuk bisa diizinkan atau tidak yang kedua ini yang tantangannya adalah bagaimana produksi di wpp yang kelompok spesiesnya

Itu sudah berlanjut ya apa berlebih itu dikurangi diturunkan tetapi tentu pak Purnomo tidak mau kalau hasil apa kapalnya dikurangi 718 ini produksinya harus dikurangi karena apa Karena sudah over fishing spesiesnya adalah disediakan di wpp yang lain Tentu juga jangan jauh-jauh dari situ hal-hal semacam ini menjadi tidak bermasalah jika

Pelabuhan Apa Pangkalan itu sudah tersedia dengan baik dan dengan syarat tadi sampaikan oleh Pak purno adalah harganya baik jadi di daratnya itu sudah oke menerima sekarang ini kan gagasan dari PT ini menurut hemat Saya memang bagus sekali supaya terjadi pemerataan dan supaya juga apa namanya pendapatan industri perikanan yang menangkap maupun

Layanan tradisionalnya juga baik maka ada ada namanya pembiayaan atau zonasi Pembuatan zonasi itu antara lain ya Saya kira itu secara teoritik sangat bagus bergeser ke yang hijau jadi pergeseran ini bisa ganti Alat tangkap agar lebih rumit tentunya atau ganti BPP jadi anak-anak panah itu adalah gambaran eee perpindahan bisa pindah PPP bisa

Pindah Alat tangkap tetapi ini memang terus terang nanti harus banyak dialog antara Pak bukon dengan Pak Purnomo dan kawan-kawan itu kira-kira begitu kalau ndak ya memang produksi kita tadi yang saya pertanyakan di depan tidak mungkin akan naik karena yang juga terus di situ posisi ya produksinya tidak akan pernah

Bertambah Pak Purnomo tapi malah yang kemudian akhirnya berpikir bagaimana cara menjual kapalnya sekarang ini kan sudah mulai terdengar itu beberapa mau melepas kapalnya karena memang produknya sudah semakin susah di beberapa tempat dan beberapa jenis ya ini gambaran bagus sekalian jika kita betul-betul mencapai pada titik JTV pada titik ctb kita bagaimana caranya

Kita apa namanya menangkap persis volumenya sama dengan jtb untuk masing-masing wpp masing-masing kelompok spesies nah yang merah-merah ini sekalian adalah kelompok jenis dan wpp yang harusnya dikurangi produksinya ini sayangnya cukup banyak jadi memang tantangannya luar biasa kalau itu dikurangi sebesar angka itu yang ada di tabel Ini sementara yang putih itu

Adalah berasal dari yang masih modern full explorated itu sebenarnya pada beberapa wpp dan kelompok jenis tertentu masih bisa dinaikkan sedikit sampai ke jtb masih bisa meningkat 2 juta ton lebih kalau kita bisa masuk ke jtp dibanding produksi hari ini Nah yang kedua ini yang akan sebenarnya sangat membantu peningkatan produksi

Yang lebih besar Karena kalau kuota itu kita tidak melihat ukuran ikan yang tertangkap sedangkan apa namanya volume itu sangat bergantung pada anggota dari jumlah ikan yang tertangkap itu misalnya udang hari ini yang tertangkap mesesnya misalkan 100 100 berarti 1 kilo isinya 100 harganya bisa jadi adalah Rp40.000 Tetapi kalau kita biarkan beberapa saat

Atau di apa namanya tidak menangkap di suatu lokasi yang memang udangnya masih kecil kemudian kita tangkap ketika sudah size 50 misalnya itu kan harganya berlipat volume yang tertangkap juga berlipat ini ide daripada apa namanya Mengapa kita perlu menelaah ukuran yang sebaiknya ditangkap nah ini munculnya kemana operasional ini gampang tapi implementasinya memang

Tidak terlalu sederhana lanjut ya ini konsepnya begini ada dua yang ingin dicapai dari konsep ini kira-kira kita sudah sebagian besar paham pertama bahwa kita hanya boleh menangkap ikan yang sudah pernah sekali memijat oleh karenanya maka recruitment akan terus-menerus terjadi dan kita menangkap ikan yang terbaik ukurannya jadi besar ukurannya sehingga volume sedikit

Apa namanya jumlah sedikit volumenya tinggi Gitu kira-kira sederhananya begitu nah ini implementasinya ini paling tidak 44 hal dan dan KKP bukan tidak atau Bukannya tidak melakukan sudah melakukan pengaturan Alat tangkap ini sudah menimbulkan kehebohan luar biasa sebenarnya itu di zamannya Bu menteri Susi dulu ada aturan ukuran minimal

Lobster kepiting dan Rajungan yang boleh ditangkap dan tidak boleh menangkap ikan yang sedang hamil sedang apa sedang matang donat yang sudah siap memijah itu antara lain pengaturan [Musik] pancing ini sangat menentukan Pada ukuran ikan yang tertangkap kemudian yang pertama dan kedua ini memang terutama yang kedua ini agak susah dan pengontrolannya juga juga

Cukup intensif harus dilakukan nah yang ketiga sebenarnya yang lebih mudah tapi kembali lagi kita harus bersepakat yaitu menentukan musim dan waktu penangkapan artinya kapan yang sebenarnya ikan-ikan itu masih kecil dan atau ikan itu masih sedang akan memijah itu ditutup di suatu wilayah tertentu untuk kelompok spesies tertentu

Dan apa namanya juga di daerah tertentu di tiga dan empat ini kan sudah banyak prakteknya Ya sudah banyak prakteknya misalnya kan 714 Karena ada apa namanya disana dan begitu ya kemudian daerah penangkapan ini juga melekat di situ dan kita juga lupa tidak lupa adanya jalur-jalur penangkapan dan penempatan alat tangkap itu kan semangat

Ini semangatnya juga ini di daerah penangkapan supaya lebih terkontrol dan tadi ditambah oleh plafon adalah terjadinya pemerataan yang lebih baik gambaran-gambaran sederhana aja apa namanya udah lama sebenarnya seringkali saya sampaikan saya beri gambaran misalnya udah putih itu apa namanya rekonditasnya bisa satu setengah juta Gitu ya tapi katanya kita ambil saja

Yang satu juta kalau satu persen saja yang berhasil menetas kemudian saya terapkan sebuah model matematika yang merupakan hasil penelitian dari satu juta telur itu kira-kira sampai panen kalau kita mau bersabar gitu sampai umur 17 atau 8 bulan itu ada udang sekitar 744 ekor yang hidup jangan kita ambil semuanya

Kita ambil 50 nya saja 50% nya saja 50% nya saja itu nanti yang tersisa akan melahirkan lagi atau menyisakan lagi masing-masing ekor 744 dan seterusnya berantai selama 8 bulan ini kira-kira sizenya sudah 50 kalau sizenya 50 704 377 dibagi 50 ini sudah berapa kilo dengan harga kalau 150 kan tidak kurang dari 100

Ribu kalau udang putih jadi itulah kontribusi satu ekor udang bayangkan kalau itu dilakukan terhadap seluruh sumber daya ikan termasuk lobster kepiting ini kepiting dan Rajungan ini apa namanya jauh lebih besar dari potensinya jauh lebih besar untuk meningkatkan pendapatan ini gambarannya ada yang kecil seperti ini kita biarkan seperti yang di sebelah kanan

Ini saya belajar dari kasus Arab di Pantura terus nah ini udang putih atau udang penalti tikus ini dari satu kilo udang kecil tadi bisa berubah menjadi 2,46 kali lipatnya dan pendapatannya bisa 9,4 kali lipat udang cerbung 2,8 kali lipat bobotnya pendapatannya bisa meningkat 7,6 kali lipat ini dan selanjutnya semua udang

Tapi bahannya beberapa yang saya teliti silahkan ini yang yang apa namanya sedikit lebih jelimut adalah Apa nama penerapan kuota ya eksisting itu kemudian menjadi kehilangan hak untuk menangkap itu artinya kita punya jtb suatu kelompok spesies tertentu yang tertangkap oleh kusen maka kita harus berhitung bahwa jtb tersebut berapa dan jumlah

Berapa dan jumlah ini kelihatannya harus dikonversi ke GT kalau tiap kapal nanti dengan perbedaan City kuotanya tentu berbeda-beda ini yang akan jadi soal ini akan jadi soal karena nanti bisa jadi kemudian terjadi suatu kapal persen dengan GT yang sama tetapi daerah penangkapannya berbeda urutannya bisa berbeda sama sekali karena kuota itu

Didapatkan dari jtb dibagi dengan jumlah total GT atau jumlah kapal itu yang kemudian dari pertanyaan Pak siapa Pak Purnomo menjadi menarik untuk kita diskusikan di siang hari terus ini juga sudah banyak diatur kemudian lanjut saja Mas ya jadi Ini pengalaman pengaturan pemerintah juga sangat banyak sejak tahun 80 mulai dari troll ya

Ini implikasi dari pengaturan Alat tangkap Sebenarnya tadi pertama adalah apa namanya perspektif ukuran yang tertangkap bisa lebih besar kemudian tidak merusak habitatnya sehingga rekrutmen terus berlanjut Dan apa tidak ada spesies yang bukan target kita yang kemudian punah atau hilang dan seterusnya dan yang paling penting kelima Ini pengalaman dari dari troll dan lain-lain

Dan teman-temannya itu selalu menimbulkan konflik dengan Alat tangkap yang lain oke nah ini ini yang mungkin perlu kedepan ya sebagai perikanan yang modern ini memang kebijakan pengaturan daerah dan waktu penangkapan menjadi prioritas goalnya adalah meningkatnya kuota karena meningkatnya ukuran yang tertangkap pada momentum dan tempat yang tepat sehingga memang Pak Purnomo

Kadang-kadang tidak seharusnya tiap hari kita berangkat sepanjang setiap berangkat keuntungannya bisa berlipat itu yang penting jadi musimnya Kapan Mari berangkat kalau sedang tidak musim kita close kita melakukan kegiatan usaha yang lain tanpa mengurangi total pendapatan dalam satu tahun kegiatan penangkapannya tetapi bahkan kemudian bertambah dengan aktivitas kegiatan ekonomi lainnya idealnya begitu lanjut

Ini yang jadi soal kemudian kalau kita ngomong pengelolaan di Indonesia memang tidak bisa dibandingkan dengan negara-negara maju ini soalnya jadi kalau misalnya didominasi oleh kecil lebih dari 95% barangkali ya bukan 90 itu adalah Armada kecil yang daerah operasinya fokus pada jalur 1 dan sebagian di jalur

2 ini Yang yang apa yang tidak mudah memang terus terang ya lanjut Padahal di jalur 1 ini adalah rumah sakitnya ikan berbagai jenis ikan kan disitu lahir di situ dirawat kemudian setelah agak besar dilepas untuk merayap pelaut dan seterusnya ini yang kemudian sudah tersentuh oleh Alat tangkap terlebih

Dahulu ini tantangan yang tidak mudah tapi ini perlu mendapat terus-menerus perhatian kita bersama oke nah ini saya kira kalau kita mau melakukan pengelolaan yang lebih baik maka kita harus mulai dari data yang baik tentang stok ikan yang ada di alam di samping hal-hal yang dilanjutkan di Pulau diagram yang selanjutnya saja

Mas Oke ya Jadi ini kalau kita ngomong pengelolaan perikanan maka kita harus memang punya data yang cukup baik dan baik tentang stok ikan yang ada di alam yang itu sangat bergantung kepada data hasil tangkapan kita dan atau didukung oleh penelitian-kegiatan lain yang independen yang tidak bergantung pada perikanan komersial dengan itu maka kita

Bisa menentukan peraturan yang tepat dalam proses itu teman-teman yang harusnya kita lakukan memang ini juga sangat tergantung pada data cpu-e dan ukuran terutama ya CPU masing-masing Alat tangkap di daerah wpp mana itu selalu terpantau berapa naik turunnya kalau misalnya Pak Purnomo hari ini masih stabil berarti stop di situ masih

Bagus dan sebaliknya kalau ternyata dibanding 10 tahun yang lalu sekarang ini sangat jauh mengindikasikan memang di daerah itu sudah stoknya semakin menipis ini pengetahuan umum saja terus nah ini saya kira kriteria Alat tangkap yang sebaiknya jadi Pedoman kita di dalam memberikan perizinan tadi berbasis info tetapi kemudian juga kita dituntut untuk melengkapinya dengan

Berbasis output juga dua-duanya tetap kita pegang Baik saya kira itu saja garis besar yang dekat saya sampaikan dan mungkin saya tidak bisa ikut sampai selesai Pak ukon karena saya masih ada acara kebetulan jadi hanya beberapa saat kalau misalkan ada yang ingin ditanyakan di awal ini terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi

Wabarakatuh Terima kasih Prof Saya minta Mungkin sedikit opini aja dari Prof Suradi kalau secara holistik dilihat profesi udah baca pp-nya kan nah yang perlu perlu diatur secara teknis itu apa yang penting menurut Prof agar visi yang tadi kita kan secara filosofis Pit ini memang bagus tapi kan kita tidak bisa menafikan ada

Masih ada yang meragukan nanti di level eksekusinya bagaimana tadi kan sudah dipaparkan juga sama Prof kan ada beberapa hal PP yang ada apakah sudah masuk ke mendekati Ideal lah karena yang ideal itu kan susah kita karena tidak bisa sebuah regulasi menyenangkan semua pihak Nah apakah sudah mendekati yang

Ideal sehingga nanti di permennya itu di teknisnya itu juga tidak akan melenceng-lenceng juga dari marwahnya ada saran atau gimana Bro ya saya sama beberapa kali ya Mau sepintas sepintas untuk PP sebelah sini Sebenarnya memang tidak ada hal yang terlalu dikhawatirkan Tetapi semua orang sekarang memang menunggu permennya Ya

Seperti permen berapa kemarin yang 38 apa ya yang muncul apa pp-nya kok lumayan tinggi gitu kan antaranya ya yang seperti itu seperti itu yang justru memang ditunggu perbaikannya begitu ya kalau di PP 11 nya secara umum karena itu memang sifatnya masih lebih normatif ya itu nggak ada masalah yang penting permennya

Yang sangat ditunggu ini permennya termasuk tadi menetapkan penetapan apa kuota Jadi sebenarnya kita nggak bisa hanya menetapkan kuota tadi kalau hanya dari isi volume mengabaikan ukuran ikan artinya Alat tangkap dan lain-lainnya tidak melekat kepada izin ini memang berbahaya satu kilo udang kecil yang tertangkap oleh trol atau Harat itu isinya 200 harganya Rp25.000

Dibanding dengan kalau kita tangkap pada 12 besar dengan trumplenet misalnya gitu ya itu bisa berlipat-lipat tadi ini yang mungkin di dalam permennya perlu dicermati betul Bagaimana makna daripada kuota implikasinya kepada perizinan nanti juga pertanyaan saya ke Pak Eko juga nanti meninggalkan ruangan Zoom mungkin bisa dijawab dulu filosofinya ini yang tadi diingatkan oleh

Terima kasih Pak moderator dan Prof yang sudah memberikan pencerahan yang luar biasa dan juga selalu mendampingi kami di dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan di dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur ini ya jadi seperti tadi kami sampaikan kami dibantu banyak sekali oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi

Sehingga kemudian lahir PP 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur tentu tadi Seperti yang disampaikan oleh prof Suryadi salah satu yang nanti menjadi titik Rusia di dalam implementasinya tentunya adalah terkait dengan aturan teknisnya di dalam permen Cafe terkait dengan pelaksanaan PP 1123 tentang Pit ini jadi memang kami secara internal

Profitnya sudah rapat ya rapat secara maraton ya dari hari ke hari dan Tentu juga nanti pada saatnya sebelum kami konsultasi publik juga kami akan mengundang para akademisi ya mengundang para akademisi untuk bisa memberikan masukan dan mengkritisi rancangan dari permen KP yang nantinya sudah kami buat ya sebelum kami nanti

Konsultasi publik kan lebih lanjut dengan stakeholder yang lainnya kemudian terkait dengan kebijakan penangkapan ikan terukir ini Bapak Ibu sekalian kita ya Dan kami pribadi tentu sangat yakin bahwa ini memang menjadi momentum kita bersama ya bahwa ini saatnya kita melakukan reformasi ya kalau boleh dibilang reformasi di dalam tatakola perikanan

Kalau kita ingin bisnis visual Ya seperti ini saja terus-menerus ya mungkin itu pilihan yang paling memudahkan bagi kita semua ya kami di KKP mungkin kalau misalnya kebijakannya seperti biasa dan seterusnya tidak membutuhkan effort lebih dan tentunya juga kita semua seperti itu tapi kita tentu berkaca dari praktek pengelolaan

Perikanan di banyak negara ya kalau kita tidak melakukan eee reformasi tata kelola dalam waktu yang segera tentunya ini akan berimplikasi terhadap keberlanjutan dari subsektor perikanan tangkap itu sendiri jadi kalau misalnya di Islandia mereka sudah berani melakukan eee reformasi di tahun 1984 kita baru tahun 2023 ini keluar pp-nya

Ya Jadi kurang lebih 40 tahun kedepan tapi kita kira tidak ada suatu yang terlambat ya tidak satu yang terlambat untuk kita mencoba memperbaiki tatakola perikanan kita dan hal yang mendasar tentunya ya apa yang diimplementasikan yang dituangkan Kenapa juga di dalam prosesnya ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena itu tadi ya

Kita ingin memastikan bahwa pengaturan di dalam PP ini betul-betul bisa memberikan titik optimum Ya bagi para pihak termasuk tentu tadi yang disampaikan oleh apapun nomor ya keberpihakan kita kepada pelaku usaha eksisting ini tentu akan menjadi super prioritas yaitu Kenapa pada Tahun 2022 rekan-rekan akhir 2022 kita melakukan analisis evaluasi terhadap

Kapal eksisting ya terutama yang izinnya belum diperpanjang dan seterusnya karena kita ingin memastikan bahwa para pelaku usaha eksisting ini komplain terlebih dahulu terhadap aturan yang Anda sehingga ketika kita migrasikan nanti ke dalam kebijakan penangkapan ikan terukur tentunya rekan-rekan pelaku usaha yang sudah eksisting terlebih yang sudah patuh terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku ini

Tentu akan menjadi prioritas kita bersama demikian Terima kasih Pak ukon ini sebelum meninggalkan ruangan ini ada pertanyaan Pak dari peserta Prof masih ada masih ini satu mungkin pak dijawab dulu Prof Ini masalah dari Nugroho masalah Sumber data kajian stok sumber daya ikan ini pakai statistik daerah atau data survei karena tadi kan

Prof juga udah menginginkan masalah data ini kalau datanya bermasalah akan mempengaruhi nanti masalah kuotanya untuk kebijakan gimana nih baik jadi apa metode yang jenis data itu sangat bergantung pada metode yang kita gunakan ya kalau kita menggunakan metode surplus produksi seperti silver itu memang sangat bergantung kepada data statistik yang berawal dari pelabuhan

Atau PPI dari yang kemudian terakumulasi sampai ke tingkat nasional kuncinya dua data yaitu data produksi dan data trip atau jumlah kapalnya kalau itu valid maka hasil bukan kita balik di beberapa spesies kita menggunakan metode yang lain yaitu biasa saja kita apa namanya menggunakan metode analitik misalnya itu berbasis pada data

Yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti jadi memang ada dua kelompok tapi kedua-duanya digunakan dan datanya pun juga dua-duanya kita gunakan metodenya kita gunakan 22 dan Datanya juga baik data penelitian maupun data statistik yang berawal dari pelabuhan ya Dari pelabuhan itu apa atau PPI itu terkumpul di Dinas Perikanan kemudian terakumulasi di

KKP meskipun juga ada sekarang sedang kita kembangkan ini saya kira yang dikembangkan oleh palkon dan kawan-kawan itu bagus sekali jadi nanti langsung bisa data juga ke KKP karena ada bantuan apa satelit itu ya jadi tahu di mana ditangkap jenisnya apa berapa jumlahnya dan seterusnya ke depan memang harus

Demikian Saya kira itu Pak Nugroho ya terima kasih Prof Suradi kalau atas kesediaannya bergabung bersama kami mungkin kami lanjut di sini ya Pak maaf ya ini saya sambil pamit deh sambil jalan saya coba mengikuti Nanti Terima kasih Bro terima kasih kurang lebihnya mohon maaf Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam tadi ada dua pertanyaan

Dari Dedi Bachtiar dari Universitas Bengkulu katanya satu penetapan kuota berbasiskan data potensi stok Apakah berdasarkan jtb tiap WTP yang WTP yang mencakup beberapa provinsi Apakah di tiap Provinsi juga telah dikaji stoknya sebagai dasar ini masih bicara data di Pawon terus Apakah bisa melibatkan perguruan tinggi di daerah untuk melakukan kajian stok

Dengan metode akustik Apakah dapat datanya dari perguruan tinggi daerah ini bisa dijadikan acuan dalam penataan kuota terus ada dari Maruli dalam kondisi tertentu untuk menjaga menurunnya mutu ikan kapal penangkap ikan dapat mendaratkan ikan di pelabuhan pangkalan lain atau di luar Pelabuhan bit ini memungkinkan nggak Pak

Terus ini juga ini ada yang terakhir nih di negara-negara maju yang telah menerapkan Pit banyak menggunakan alat tangkap troll atau cantrang apakah sama saya nggak tahu bagaimana kebijakannya dengan penangkapan terukur ini ke depan kalau di kita gimana Terima kasih rekan-rekan yang tadi sudah bertanya pertama terkait dengan penentuan dan distribusi kuota tentunya

Nanti secara teknis lebih lanjut rekan-rekan nanti akan diatur di dalam permen terkait dengan pelaksanaan Pit ini Namun demikian mungkin Secara garis besar apa yang juga sudah tertuang di dalam PP 11 tahun 2023 Jadi kuota itu nanti dibagi 3 rekan-rekan pertama kuota industri yang kedua kuota nelayan lokal kemudian yang ketiga kuota bukan untuk

Tujuan komersil jadi kota untuk bukan tujuan komersil ini untuk pendidikan pelatihan kesenangan wisata dan lain-lain nah kemudian di PP juga sudah diatur bahwa kota industri ini nanti diberlakukan untuk penangkapan ikan yang beroperasi di atas 12 mil sementara kuota nilai lokal ini di berikan kepada kapal yang beroperasi di

Bawah 12 sampai dengan 12 mil ya kemudian Bagaimana cara kita mendistribusikan atau membagi dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan yang saat ini sudah diestimasi potensinya oleh Komnas kajiskan Nah kita nanti akan membuat perhitungan dengan menggunakan variabel-variabel yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah ya terkait dengan potensi provinsi dan seterusnya nanti bagaimana teknisnya

Akan diatur di dalam permen yang kemudian variabel-variabel ini menjadi faktor pengali bagi kuota nelayan lokal per provinsi Jadi kalau kuota industri karena beroperasi di atas 12 mil ini adalah perizinannya kewenangan pusat Ya sementara untuk kuota nelayan lokal yang beroperasi terbaru 12 mil ini kewenangan provinsi masing-masing sehingga untuk kemenangan

Provinsi ini nanti kita akan membuat ee membuat kuota masing-masing provinsi ya dengan tadi kita menetapkan dulu beberapa variabel dan proses perhitungannya kemudian Apakah nanti perguruan tinggi dimungkinkan untuk berkontribusi tentu Kami sangat senang ya dan di dalam pp-nya sendiri ya di sudah dijelaskan bahwa kita melibatkan para pihak termasuk tentunya perguruan tinggi

Dan akademisi ya Yang ini juga akan diatur lebih teknis di dalam permen cafenya termasuk di dalamnya tentunya masukan dan kontribusi dari para pemangku kepentingan termasuk akademisi bahkan di dalam kepment Bapak menteri terkait dengan tim penangkapan ikan terukur kita juga sudah mengakomodasi rekan-rekan akademisi ini dari berbagai perguruan tinggi yang terus bekerja sama

Dengan kita di dalam proses teknis dalam pelaksanaan Pit ini termasuk di dalam penghitungan dan pembagian kuota jadi tentu kita semua tidak perlu khawatir semuanya dilakukan dengan menggunakan data saintifik terbaik melibatkan para ahli dan di dalam teknisnya secara transparan nanti ditetapkan melalui keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan kemudian terkait dengan pelabuhan

Pangkalan tadi menyampaikan di dalam PP sudah di ada salah satu pasal yang menyatakan dalam kondisi tertentu dimungkinkan kapal ini mendaratkan ikannya bukan di pelabuhan pangkalan yang sudah ditetapkan di zonanya nah bagaimana teknis dalam kondisi tertentu ini ya yang dimungkinkan nanti kita akan atur di dalam permen pelaksanaannya ya tapi dalam

Klaksonnya ada klausul yang dimungkinkan dan seperti apa yang dimungkinkan itu nanti akan ditetapkan lebih teknis dalam permen ya terima kasih Pak ukon tapi mungkin bisa dijawab juga tadi Dari apa keresahan keresahan jauh-jauh nih dari Juana ini cuman mau bertanya yang soal Pelabuhan pangkalan itu Pak dan persepsi dari pelaku usaha

Existing kan Gimana nih masalah kapal ekstrem terus ya terutama masalah kalau dipindah itu memang sudah ada ekonomi enggak di situ ya Pak ya nanti capek-capek bawa kapal ke situ malah mulai dari nol lagi kan itu yang ditakutkan mereka gimana Pak purno tadi yang pertama terkait tadi masukkan Pak Purnomo terkait dengan

Kapal shisting tadi sudah dijawab ya bahwa kapal sistem yang sudah komplai mengikuti aturan yang ada tentu ini menjadi prioritas kita bersama di dalam transisi menuju penangkapan ikan terukur kemudian bagaimana kita mengembangkan pelabuhan perikanan di masing-masing zona ya jadi prinsip utamanya tadi Seperti yang kami sampaikan bahwa kita ingin memperbaiki tata kelola perikanan kita

Sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya ikan yang tersebar ya di 11 wpp dari Barat ke Timur dari utara ke selatan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat termasuk masyarakat di masing-masing wilayah itu kenapa kita membuat zona tentu di dalam implementasinya rekan-rekan ini menjadi kerja kita bersama ya bagaimana agar ketentuan

Mendaratkan ikan di masing-masing zona ini tadi Seperti yang saya sampaikan apapun homo ini juga didukung di sisi hilirnya karena tentunya mekanisme pasar akan berlaku ya kalau misalnya nanti apapun nomor di menangkap di juara 3 kemudian diharuskan mendaratkan ikan di zona 3 dan di sisi hilirnya pasar sudah mampu menyerap dengan harga

Yang kompetitif tentu ini menjadi harapan kita bersama ya Selain keuntungannya akan optimal ya karena ikan tidak perlu lagi membutuhkan waktu di dalam proses apa namanya pengiriman ke zona 6 misalnya ke wilayah Jawa Pantura dan seterusnya juga akan mengefisienkan BBM kemudian juga di zona 3 mendapatkan harga yang kompetitif ini juga menjadi

Pertimbangan dan pemikiran kami ya pada saat nanti penyusunan rancangan permennya bagaimana agar Sisi Hilir di dalam aturan permen ini juga bisa mengakomodasi ya memasukkan apa Purnomo ini agar eee pelaku usaha mendapatkan pasarnya dengan harga yang tentu eee menguntungkan bagi para pihak yang terkait kemudian terkait dengan Ali muatan ya

Eee tentunya Ali muatan ini juga kita kelola dengan sebaik-baiknya ataupun ya terlebih dengan pelaksanaan pemungutan pnbp pasca produksi dimana pemungutan pnbp pasca produksi ini ditarik ya dengan perubahan rezim dari semula pra produksi pra produksi sebelum melakukan penangkapan ikan menjadi pasca produksi sehingga kita tentu kita semua sangat berkepentingan untuk memastikan

Jumlah tangkapan ini dihitung secara akurat kemudian pelaku usaha membayar pnbp juga secara akurat sehingga tata kelola ahli muatan ini kita kelola secara bersama-sama ya tentunya memberikan nilai efisiensi bagi pelaku usaha dan bagi pemerintah sendiri Kita bisa memantau dengan sebaik-baiknya demikian mungkin ya terima kasih On Fire yang terlalu semangat juga saving energy

Katanya silahkan Pak Purnomo saya sih kasih aja langsung terima kasih ini hanya ingin memberi masukan untuk pak ukon dan tim penyusun rancangan aturan permen ini yang pertama Pak masalah kuota jadi agar dalam pemberian atau pengambilan kuota khususnya yang kapal excessing ini tidak berbayar lagi Pak karena kalau berbayar

Apa artinya itu double buyer nanti karena ikan yang di daratkan kan dihitung lagi dengan metode pasca produksi itu yang kuota pak lalu yang zona ini Apabila kondisi pelabuhan-pelabuhan kita ini belum ideal sepenuhnya ideal Jadi kami mohon ini ada mungkin dalam aturan permainan nanti ada masa peralihan Pak jadi

Ada masalah peralihan yang cukup untuk mengadopsi tata kelola perikanan tangkap yang baru ini Pak Jadi kami dari sisi pelaku usaha juga bisa menyesuaikan diri beradaptasi dengan pola penangkapan yang baru ini jadi [Musik] sama-sama kita bekerja agar menjadi lebih baik intinya seperti itu Terima kasih Pak Purnomo Setahu saya kalau sebuah peraturan itu

Ada masanya ya berlaku setelah diundangkan atau berlaku ada masalah saya nggak tahu ini yang ininya Itu ada masa-masanya apa langsung Segera setelah diundangkan langsung berlaku atau waktu nunggu 1 tahun atau 2 tahun biasanya gitu atau dua atau bulanan itu nanti ada di bawahnya mungkin dicek nanti sama Pak

Ukon tapi menarik juga itu pak tadi idenya Pak Purnomo ada masa transisi kalau dilihat kan di Islandia aja dari 84 ya sampai dia berpuluh tahun baru untuk India kan ini nggak gampang men-safting juga e yang sudah berjalan mungkin Terima kasih Pak Purnomo tadi terkait dengan kuota tidak berbayar ini menjadi

Masukan bagi kami ya dan tentu menjadi bahan diskusi kita bersama nanti di dalam penyusunan permennya kemudian terkait dengan pelabuhan pangkalan betul sekali apa moderator tentu kita juga berkaca dari pengalaman negara-negara lain di dalam implementasinya ada proses evolusi pengaturan ya Tahap demi tahap dan seterusnya dan kita Yakin ya pada suatu saat kita akan

Menjadi atau bisa mewujudkan tata kelola perikanan terukur ini menjadi semakin bagus dan semakin bagus termasuk terkait dengan pelabuhan pangkalan jadi nanti di dalam PP 11 juga disebutkan bahwa Pelabuhan pangkalan nanti akan ditetapkan oleh menteri kalau keadaan perikanan ya atas proses analisis termasuk juga terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana

Dan seterusnya walaupun Allah ya dan kemudian nanti ditetapkan di dalam kepment dan juga nanti harapannya di dalam Kemen itu juga kita tidak hanya mencantumkan lokasi pelabuhannya tapi juga kita bisa mencantumkan beberapa atribut yang lainnya termasuk terkait dengan kapasitas kapal kemudian terkait dengan estimasi maksimal produksi yang bisa diibaratkan di masing-masing pelabuhan di setiap

Tahunnya sehingga ini menjadi satu lompatan perbaikan tata kelola juga sehingga dengan kepastian di dalam tempean nanti pelaku usaha sudah bisa memproyeksikan dari pelabuhan pangkalan yang ditetapkan tersebut akan beroperasi di zona mana kemudian akan memilih Pelabuhan Perikanan yang mana Dan kalau misalnya ya atas hasil analisis dimungkinkan ada di Satu zona yang

Atas analisis teman-teman terutama di teman-teman ke pelabuhan perikanan belum dimungkinkan ada Pelabuhan Perikanan yang memenuhi ketentuan ini masih memungkinkan ya jadi di satu ayat di dalam pp-nya juga dimungkinkan untuk menggunakan pelabuhan di zona yang lain ya dengan syarat bahwa di kepment ya memang di zona yang bersangkutan ini kita sudah menganalisis

Dan belum tersedia Pelabuhan Perikanan Dan kepment ini kan terus dievaluasi ya bisa bergerak setiap waktu dan terkait dengan pelabuhan juga saat ini Kementerian Kelautan perikanan terus melakukan percepatan ya termasuk pembiayaan melalui phl dan lain-lain sehingga harapannya ini juga menjadi eee proses percepatan ya terkait dengan perbaikan sarana prasarana khususnya

Terkait dengan pelabuhan perikanan ini Terima kasih Pak ukon jadi Pak Purnomo Intinya kita mendengar apa eee masukkan-masokannya dan mungkin mengalir terus Pak kalau bisa karena ee permennya juga lagi digodok jadi eee Pak okon dan timnya tim percepatan Pit ee terbuka sekali justru kita memang Menunggu Kalau ada masukkan-masakan seperti ini agar eh

Kita tidak yang paling enak itu kan kalau nyasar di jalan yang bener yang kacau Itu kalau nyasar jalan yang salah kita udah salah jalannya salah nyasar kami dari KKP Sangat terbuka dari masukan-masukan dari para pelaku usaha tentunya yang notabene yang menjalankan regulasi ini saya ke floor Ada yang ingin bertanya

Di flora ada yang bertanya teman-teman media di sini Ya silakan Mbaknya nama dan medianya dan ditujukan ke siapa dari detikcom mau ke mau tanya ketahuan sebenarnya lebih ini sih kira-kira ada target penerapan untuk payt sendiri diterapkan Kapan gitu ngasih Pak Ya itu aja sih Pak silakan Oke jadi terkait dengan target

Penerapannya tentunya dengan diundangkannya PP 11 tahun 2023 dan di dalam PP tersebut juga dimadatkan peraturan dan keputusan turunannya maka untuk bisa mengoperasionalkan Pit maka permen dan kepmentnya Ini harus selesai terlebih dahulu sehingga saat ini kita bekerja keras ya untuk bisa mempercepat proses penyusunan permen dan kepment ini ya mudah-mudahan

Dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa menuntaskan kemudian nanti kami konsultasikan dengan para pakar ya termasuk para pakar yang memang sudah terlibat atau tergabung di dalam tim penangkapan ikan terukur kemudian nanti kita akan konsultasi publikkan dan tentunya tadi Seperti yang disampaikan oleh Pak moderator untuk kita bisa mengakselerasikan di dalam proses

Penyusunan dan penetapan permen Ini Dan kepmentnya tanpa menunggu proses konsultasi publik kami juga sangat terbuka bagi rekan-rekan walaupun nomor asosiasi pelaku usaha LSM dan lain-lain untuk menyampaikan masukannya kepada kami melalui surat resmi karena tentunya teman-teman kan sudah membaca Ya sudah memiliki pp-nya sudah membaca kemudian di dalam pp-nya juga sudah di Sebutkan

Ya pemadatan di dalam permen dan kepmen dan seterusnya sehingga tentunya teman-teman sudah memiliki aspirasi sudah memiliki pemikiran jadi tanpa menunggu konsultasi publik pun kami harapkan teman-teman recorder ini bisa menyampaikan secara resmi kepada kami Ya kepada Pak Menteri melalui Paradise perikanan tangkap kemudian nanti kita olah bersama tim penangkapan

Dengan terukur dan saya kalau ini Oke terima kasih Pak Wawan ada lagi itu bertanya atau apa ya oh bukan suaranya bocor [Tertawa] dalam Oke kalau nggak ada yang bertanya Saya akan minta closing statement aja langsung dari Pak Purnomo aja karena kalau Pak ukon dia udah panjang lebar

Dan selalu pasti positif gitu nah saya kan harapannya di bulan Ramadan ini memasuki hari ke-12 ya 12 13 Alhamdulillah di hari ke-12 ini gimana polwan saya kasih waktunya Terima kasih intinya bahwa kami pelaku usaha dan nelayan lokal saat ini itu sudah mampu memanfaatkan Potensi perikanan hampir di semua wilayah perairan Indonesia

Bahkan sampai ke laut lepas oleh karenanya perlu dukungan regulasi dari pemerintah untuk mengawal dan memastikan pemanfaatan potensi perikanan ini yang akhirnya mampu memberikan kontribusi lapangan kerja yang cukup banyak sekaligus bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat Perikanan Indonesia Kami juga akan mengikuti semua regulasi pemerintah sepanjang regulasi tersebut memenuhi

Unsur keberpihakan pada nelayan Saya kira itu Terima kasih Pak Purnomo Jadi intinya gitu akan mengikuti sepanjang sesuai dengan ada keberpihakan kepada pelaku usaha tapi saya bisa menambahkan juga keberpihakan juga kepada sumber daya ikan itu sendiri Karena seperti prinsip dari ekonomi biru yang diinginkan oleh Pak Menteri mendahulukan ekologinya baru ekonominya jadi

Menjaga keberlanjutan dari sumber daya ikan itu sendiri untuk aktivitas ekonomi jadi kita tidak hanya memikirkan pelaku usahanya tapi juga ekologinya semua Masukkan dari Pak Purnomo dari Prof Suradi akan menjadi bahan memperkaya dari kepment yang dan permen yang setengah digodok karena permen dan kepment inilah yang menjadi ibaratnya presisi dari

Eksekusi nantinya PP 11 tentang Pit ini karena pp-nya nggak ada masalah ya karena tadi Prof Suradi juga bilang secara PP karena mungkin karena isinya juga singkat juga ya jadi enggak ada masalah gitu loh Tapi nanti di permen dan kepment ini yang akan menyangkut hal-hal teknis ini yang menjadi konsen

Dari para pelaku usaha sudah disuarakan oleh Pak Purnomo tadi bagus sekali itulah nantinya akan menjadi kunci Apakah Pit ini langkah untuk eksekusinya itu mulus tidak menerima lagi hambatan dan tantangan adu argumentasi di ruang-ruang publik demikian bincang Bahari kali ini semoga kita benar-benar memasuki era baru perikanan tangkap setelah permen dan kepment disahkan untuk

Pppit apabila taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik boleh Berikan tepuk tangan sekali lagi untuk para pembicara hari ini baik sebelum saya tutup saya persilahkan kepada pembicara dan moderator untuk foto bersama silahkan untuk para media untuk mengabadikan Baik sahabat Bahari tidak terasa kita sudah di penghujung acara kami ucapkan terima kasih kepada

Moderator dan pembicara hari ini Terima kasih juga kami ucapkan kepada peserta undangan dan para rekan-rekan media yang mengikuti acara ini secara virtual Saya ulang selaku host hari ini dan seluruh panitia yang bertugas kami pamit undur diri Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyelenggaraan kali ini sampai jumpa di Bincang Bahari dengan tema-tema

Lainnya Akhir kata wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur atau Pit secara resmi mulai berlaku setelah disahkan pada 6 Maret lalu aturan ini untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan sekaligus memberikan kesejahteraan serta keadilan berusaha bagi para pelaku usaha dan nelayan kecil Pit merupakan

Salah satu dari 5 Program ekonomi biru Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kebijakan ini wilayah tangkapan ikan dibagi menjadi 6 zona di 11 wilayah pengelolaan perikanan atau wpp dengan pemberian kuota tangkapan untuk industri non komersial serta nelayan lokal saat ini KKP Tengah menyiapkan peraturan turunan dari Peraturan Pemerintah PP

Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur salah satunya pengaturan teknis terkait kuota penangkapan ikan dan tata cara penghitungannya dengan adanya kebijakan penangkapan ikan terukur tentu menjadi momen pengelolaan sektor perikanan tangkap menjadi lebih guna menyelaraskan antara ekologi dengan ekonomi serta menjaga keberlanjutan sumber daya [Musik]

——————————————————————————————————-
Penasaran dengan info seputar Kelautan dan Perikanan lainnya,
Silakan Kunjungi :
Website : http://kkp.go.id/

Instagram: https://www.instagram.com/kkpgoid/
Facebook: https://www.facebook.com/KementerianKelautandanPerikananRI/
Twitter : https://twitter.com/kkpgoid
Sobat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Info tentang #Bincang #Bahari #Era #Baru #Perikanan #Tangkap ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 02:00:11 detik.

Sekedar mengingatkan bahwa, Rajasa Group siap membantu dan melayani berbagai kebutuhan Layanan Produk dan jasa, solusi terbaik untuk anda,

Apabila Dirimu, penggemar setia Kementerian Kelautan dan Perikanan memerlukan bantuan apapun itu, silahkan dikonsultasikan di website ini guna mendapatkan Solusinya.

Selain itu, Apabila anda membutuhkan peluang untuk mendapatkan PENGHASILAN TAMBAHAN hingga puluhan juta Rupiah setiap bulannya, Sobat bisa bergabung dalam Forum komunitas bisnis indonesia ini. ini.

Punya Masalah [ Bincang Bahari ] – Era Baru Perikanan Tangkap ? ..!! DAPATKAN SOLUSINYA, KLIK DISINI

Begitulah sekilas tentang [ Bincang Bahari ] – Era Baru Perikanan Tangkap yang telah dilihat oleh 2836 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © Kementerian Kelautan dan Perikanan 7211 | #Bincang #Bahari #Era #Baru #Perikanan #Tangkap

 

KAMI MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA, KALIMAT  ATAU TULISAN,

HAL TERSEBUT BUKAN DAN TIDAK ADA / ATAS UNSUR KESENGAJAAN.

0 Reviews ( 0 out of 0 )

Write a Review

4 Komentar

  1. Sukses selalu Perikanan Tangkap.Indonesia🙏👍🙏

  2. Bukan era baru
    Yang lama saja kepastian usaha tidak jelas "lama/ribet tidak bersiregi pusat dan daerah serta mahal =kompleks", paling ujung2 PNBP serta program yg takjelas = proyek aplikasi, buat regulasi "mubajir" tidak ada nilai pisitif bagi RAKYAT terutama nelayan atau nelayan ingin berkembang. Jadi jangan halu atau bohong katanya era baru untuk berkembang itu hanya tongkosong alias akal2 biar mulus proyeknya, jadi kami ANAK NELAYAN PROVINSI MALUKU UTATA MENOLAK KONSEP MENSUSAHKAN ORANG APALAGI PP 85 dan turunannya hanya mementingkan kelompok/golongan/perusahaan/penguasa jadi RAKYAT GIGIT JARI.
    KAMI MENGUNDANG BUAT SOSIALISASI/DIALOK TERBUKA DI DAERAH KAMI AGAR KALIAN BISA TAU DENGAN JELAS KETIMPANGAN YG KALIAN BUAT "KESENJANGAN SOSIAL SELALUH TERJAGA/TERPELIHARA", KALIAN TIDAK MENGENAL NEGERI KITA KENAPA KARNA SELALU MELAHIRKAN REGULASI YG TIDAK ADIL BAGI RAKYAT👎👎👎👎✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
    TOLAAAAAAAAK

  3. Hanya khayalan yg di tontonkan🤭🤣🤣🤣🤣👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎

Tulis Komentar